Teori Baru, Gas Metana Penyebab Banyaknya Kapal Hilang di Bermuda

Misteri hilangnya beberapa kapal laut dan pesawat terbang di wilayah yang disebut “Segitiga Bermuda” kini memunculkna teori baru.

Singkirkan jauh-jauh dugaan kita tentang pesawat luar angkasa alien, anomali waktu, piramida raksasa bangsa Atlantis, atau fenomena meteorologis.

https://emha42.files.wordpress.com/2012/05/bermudatriangle2.jpg?w=300

Segitiga Bermuda adalah sebuah fenomena gas akut biasa, demikian tulis Salem-News.com. Gas alam, sama seperti gas yang dihasilkan oleh air mendidih. Terutama gas metana, adalah tersangka utama di balik hilangnya beberapa pesawat terbang dan kapal laut.

Bukti dari penemuan yang membawa sudut pandang baru terhadap misteri yang menghantui dunia selama bertahun-tahun itu tertuang dalam laporan American Journal of Physics.

Gas Metana Bermuda

Professor Joseph Monaghan meneliti hipotesis itu ditemani oleh David May di Monash University, Melbourne, Australia.

Dua hipotesis dari penelitian itu adalah balon-balon raksasa gas metana keluar dari dasar lautan yang menyebabkan sebagian besar (tidak mengatakan semua) kecelakaan misterius di lokasi itu.

Ivan T Sanderson sebenarnya telah mengidentifikasi zona-zona misterius selama tahun 1960-an. Sanderson bahkan menggambarkan sebenarnya zona-zona misterius itu lebih berbentuk seperti ketupat ketimbang segitiga.

Sanderson menemukan bahwa bukan saja Segitiga Bermuda tetapi Laut Jepang dan Laut Utara adalah dua area tempat kejadian misterius sering terjadi.

Para Oseanograf yang menjelajah di dasar laut Segitiga Bermuda dan Laut Utara, wilayah di antara Eropa daratan dan Inggris melaporkan menemukan banyak kandungan metana dan situs-situs bekas longsoran.

Berangkat dari keterkaitan itu dan data-data yang tersedia, dua peneliti itu menggambarkan apa yang terjadi jika sebuah balon metana raksasa meledak dari dasar laut.

Metana yang biasanya membeku di bawah lapisan bebatuan bawah tanah, bisa keluar dan berubah menjadi balon gas yang membesar secara geometris ketika ia bergerak ke atas. Ketika mencapai permukaan air, balon berisi gas itu akan terus membesar ke atas dan ke luar.

Ilustrasi

Teori ini berhasil diuji coba di laboratorium dan hasilnya memuaskan beberapa orang tentang penjelasan yang masuk akal seputar misteri lenyapnya pesawat-pesawat dan kapal laut yang melintas di wilayah tersebut.

Menurut Bill Dillon dari U.S Geological Survey, air bercahaya putih itulah penyebabnya. Di daerah segitiga maut Bermuda dan juga di beberapa daerah lain sepanjang tepi pesisir benua, terdapat “tambang metana”.

Tambang ini terbentuk kalau gas metana menumpuk di bawah dasar laut yang tak dapat ditembusnya. Gas ini dapat lolos tiba-tiba kalau dasar laut retak.

Lolosnya tidak kepalang tangung. Dengan kekuatan yang luar biasa, tumpukan gas itu menyembur ke permukaan sambil merebus air, membentuk senyawa metana hidrat.

Air yang dilalui gas ini mendidih sampai terlihat seperti “air bercahaya putih”. Blow out serupa yang pernah terjadi di laut Kaspia sudah banyak menelan anjungan pengeboran minyak sebagai korban.

Regu penyelamat yang dikerahkan tidak menemukan sisa sama sekali. Mungkin karena alat dan manusia yang menjadi korban tersedot pusaran air, dan jatuh kedalam lubang bekas retakan dasar laut, lalu tanah dan air yang semula naik ke atas tapi kemudian mengendap lagi di dasar laut, menimbun mereka semua.

Setiap kapal yang terperangkap di dalam balon gas raksasa itu akan langsung goyah dan tenggelam ke dasar lautan. Jika balon itu cukup besar dan memiliki kepadatan yang cukup, maka pesawat terbang pun bisa dihantam jatuh olehnya.

Pesawat terbang yang terjebak di balon metana raksasa, berkemungkinan mengalami keruskan mesin karena diselimuti oleh metana dan segera kehilangan daya angkatnya.

Sumber : http://www.bambang-gene.com/2011/02/teori-baru-gas-metana-penyebab.html

Intuisi Teknologi Minggu 27/05/2012. Teori ini perlu diujicoba dengan biogas dari kotoran sapi, mengapa dari biogas? karena aku tahunya baru tentang ternak huhuhu. Caranya selang regulator dari biogester ditempatkan pada botol aqua terbalik, tutup dibawah buat tempat selang nempel lalu badannya dibelah terus kasih penyaring sebagai tempat naruh bahan yg akan diuji. Media didesain sedemikian rupa hingga gas tidak bocor, kemudian botol diisi air lalu buka katup kontrol biogester kemudian apa yg terjadi jika bahan kertas, kayu, logam, tanah, cahaya, api atau apalah melintas diatasnya.  Media air bisa diganti dengan susunan tanah pasir, batu sebagai media bisa apa saja pemikiran tentang alam. Untuk gas metananya dari apa yang ada sumbernya. Ehm perlu diujicoba, apakah yang akan terjadi……… Apakah air akan muncrat atau menyerap bahan yang diatasnya. Bila benar ada bahan yang terhisap dari kegiatan tersebut berarti ada peluang untuk urug sumur Lampido di Surabaya dengan menggunakan bahan ujicoba tersebut barangkali ada keajaiban yang berarti nantinya.

Penelitian gas metana bisa bersumber dari media apapun perlu diujicoba. Tapi bagaimana bisa tercapai kerjaanku cuma maen komputer liat internet. Hahaha hanya mimpi bisa terjadi. Mau dipraktekan atau tidak kalau ada solusinya why not, baca lagi sekiranya bila hasil belum memuaskan. Allahualam proses segitiga bermuda apa benar adanya?

Nah ini salah satu pemikiranku dari membaca sebuah artikel, yang aku namai teori kebetulan. Mengapa disebut teori kebetulan? ya tinggal membetulkan teori yang sudah diujicoba sama ahli sebelumnya lah begitu ceritanya saudara-saudara yang aku ketahui. Salam dari sih miskin yang penyayang.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s